PERBEDAAN LAPAS DAN RUTAN

Share :

Halo Sobat JF, Banyak masyarakat Indonesia masih tabu dengan sebutan Rutan atau Lapas, mereka lebih mengenal dengan sebutan penjara. sering kali kerap dinggap sama antara Lapas dengan Rutan. Namun tahukah kalian perbedaannnya ?

Dalam sistem pemidanaan di Indonesia mengenal istilah Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Mengacu pada Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia  Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2015 Tentang Pengamanan Pada Lembaga dan Rumah Tahanan pada Bab 1 Pasal 1 ayat (1) Lembaga pemasyarakatan yang selanjutnya disebut Lapas adalah tempat untuk melaksanakan pembinaan Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. Mereka yang ditahan di lapas adalah orang-orang yang sudah terbukti melakukan tindak pidana oleh pengadilan sehingga diberi status narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Lamanya seorang narapidana ditahan di lapas bergantung dengan putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap.

Selanjutnya Pasal 1 ayat (2) Rumah Tahanan Negara yang selanjutnya disebut Rutan adalah tempat tersangka atau terdakwa di tahan selama proses  penyidikan , penuntutan , dan pemeriksaan  di sidang pengadilan. Itu artinya, mereka yang ditahan di rutan adalah seseorang yang belum terbukti melakukan tindak pidana atau orang yang belum dijatuhi hukuman oleh pengadilan tetapi, diduga kuat telah melakukan suatu tindak pidana. Fungsi rutan hanya untuk menahan sementara seseorang tersangka atau terdakwa. Lamanya seseorang ditahan di rutan bergantung dengan proses penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan.

Rutan dan Lapas merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Pasal 2 Ayat [1] PP No. 58 Tahun 1999). Selain itu penempatan penghuni Rutan maupun Lapas sama-sama berdasarkan penggolongan umur, jenis kelamin, dan jenis tindak pidana/kejahatan (Pasal 12 UU No. 12 Tahun 1995 dan Pasal 7 PP No. 58 Tahun 1999). Namun dalam pelaksanaannya bukan hanya Lapas yang bekerja untuk membina narapidana, ternyata Rutan pun juga membina narapidana. Hal ini disebabkan kapasitas Lapas sudah over capacity. Selain itu realita di lapangan, dengan minimnya fasilitas kamar blok yang ada di sebagian Rutan menjadikan narapidana dijadikan dalam satu kamar blok tanpa membedakan penggolongan tindak pidana. Ada juga yang seharusnya pindah dari Rutan untuk menjalani hukuman ke Lapas, tapi masih tetap berada di dalam Rutan hingga masa hukuman mereka selesai.

 

 

 

Leave Your Comment

Subscribe

Subscribe us for Amazing Updates and News about Elementor.

Jasa layanan konsultasi seputar hukum. Yuris ID atau Jf Law Firm adalah firma yang berbadan hukum. serta  Memiliki legalitas yang lengkap dan legal dalam melakukan aktifitas pendampingan serta bantuan hukum.

Quick Links

Copyright © 2021 Yuris.id by JF Law Firm. All Rights Reserved